Mahasiswa yang kehilangan atau menemukan barang di area kampus seringkali kesulitan untuk menyebarkan atau mendapatkan informasi secara efektif. Pengumuman kehilangan di grup percakapan biasanya cepat tenggelam oleh pesan lain, sehingga membuat mahasiswa yang sedang panik semakin kesulitan mencari barangnya. Di sisi lain, barang-barang temuan yang diserahkan ke pihak kampus juga berpotensi menumpuk tanpa adanya kejelasan mengenai siapa pemilik aslinya karena kurangnya platform informasi publik.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, saya mengembangkan Kampus Find, sebuah portal Lost and Found terintegrasi. Platform ini menyediakan sistem galeri visual dan pencatatan terpusat di mana mahasiswa bisa dengan mudah mencari dan mengecek barang yang ditemukan oleh orang lain atau pihak keamanan kampus. Aplikasi ini dilengkapi dengan dashboard yang menampilkan statistik status barang secara real-time, pusat panduan (FAQ) mengenai prosedur klaim tanpa biaya, serta fitur testimoni pengguna.
Melalui pengembangan proyek ini, masalah komunikasi dua arah antara penemu dan pencari barang berhasil diatasi dengan UI/UX yang sederhana dan mudah digunakan. Tantangan teknis yang berhasil saya selesaikan meliputi implementasi pembaruan data status barang secara real-time dan optimalisasi fitur pencarian pada galeri yang terus bertambah datanya. Kampus Find menjadi pengalaman berharga dalam membangun sistem informasi yang memberikan dampak langsung dan menenangkan bagi pengguna di situasi darurat.